I am the only one who knew everything
Kau selalu sendiri.
Kau bahkan menyebut dirimu sendiri sebagai Joker. Heh? Kau sendiri yang tahu apa yang kau rasakan. Dan aku selalu menjadi saksi dari semua ekspresi yang tak pernah kau tunjukkan pada teman-temanmu. Hanya aku.
Karena kau tahu, aku bisa dipercaya. Aku tak akan mengkhianatimu seperti yang lainnya. Hanya aku yang menerimamu apa adanya. Tanpa memprotes semua yang sebenarnya tak sesuai dengan sosokmu yang terlihat hebat, tegar dan keren. Heh, tak ada seharusnya yang namanya airmata berjatuhan di pipimu.
Seharusnya. Tapi kau manusia, kau juga punya perasaan. Kau punya rahasia dan hanya aku yang tahu. Setiap hari kau pasti datang padaku dan menceritakan semua yang kau alami seharian dan memperlihatkan apa yang tidak kau perlihatkan pada orang lain…
—air matamu.
Hate and Love.
Jika semua orang punya banyak hal yang disukai dan sedikit saja untuk dibenci, maka Chrishtabel Harriet adalah pengecualian. Gadis dengan surai coklat dan iris berbeda warna itu punya banyak hal yang dibencinya dan sedikit sekali hal yang disukai.
Beyond the memories
Ayah…
Aku rindu padamu…
Kau tidak akan pernah tahu betapa irinya aku melihat banyak temanku dengan bangganya bercerita tentang hebatnya ayah mereka,
Sementara aku hanya bisa menunduk sedih memandang tanah di bawahku dan mengubur kisah bahagiaku tentang bagaimana rasanya memiliki seorang ayah,
Aku tahu, meski kau sering menyakiti hati ibu, menyakiti hati kami, dan menimbulkan banyak tanggapan kekecewaan dari pihak keluarga lain, aku tetap percaya kau selalu mencintai kami dengan caramu sendiri…
Aku percaya
…dan akan selalu percaya.
"Aku ingin berbahagia seperti sanguitis yang populer, mempunyai kemauan keras seperti koleris yang kuat, melakukan dan menuntut kesempurnaan seperti melankolis yang sempurna dan bijaksana seperti pleghmatis yang damai."
-AnomSnow Drop
Aku kangen Ailish. Sangat. Tapi aku kehilangan moodku untuk RP. Mungkin karena aku tak bisa memberikan waktuku sebanyak mungkin untuk itu. Tapi sumpah. Aku kangen anakku yang sulung di AH itu. Anak yang paling berkembang di antara yang lainnya.
Aku tahu ini lebay. Aku juga tak menyangka aku sekejam itu pada Ailish. Aku tidak seperti Ailish. Gadis yang tahunya hanya satu cinta. Dia terlalu naïf, mungkin karena itu aku menemukan akhir bahagia tersendiri untuknya. Terkesan kejam mungkin—tapi aku percaya dia bahagia. Begini caranya mendapatkan kebahagiaannya.
*sigh* aku cinta kau nak.
The Blue haired girl
“Arienne sayang ayah dan ibu!” ucap gadis itu, sembari tersenyum tulus pada dua sosok di depannya—orangtuanya. “Terima kasih kadonya!” Arienne memeluk erat boneka kucing berukuran besar yang baru saja didapatnya dari orangtuanya. Oleh-oleh kata mereka. Mereka baru saja pulang dari perjalanan bisnis selama lima hari, dan sebagai hadiah karena Arienne telah menjadi anak baik dan tidak menyusahkan sang nenek selama mereka pergi, ia kini mendapatkan teman tidur yang empuk.
Sesungguhnya gadis itu tak pernah meminta hadiah apapun. Termasuk di hari ulangtahunnya. Dia sudah bersyukur ia memiliki ayah yang baik meski karena rautnya yang tak ramah sering kali ditakuti anak seusianya, tentunya Arienne tidak. Dia tahu ayahnya adalah orang yang baik hati. Dia juga memiliki ibu yang sangat lembut, penyayang dan selalu tersenyum ceria, mengajaknya bermain kala ayahnya terlalu sibuk untuk menyediakan sedikit waktu untuknya. Dia tak pernah mengeluh soal itu—ayahnya selalu berusaha menyediakan waktu kok. Sebisa mungkin beliau selalu di rumah saat libur tiba.
